Sistem pengapian Conventional

Platina : Sistem pengapian Conventional

Prinsip Kerja Pengapian

Prinsip kerja pengapian mobil secara sederhana dapat di lihat pada diagram di bawah ini :

Sistem keja pengapian




Sewaktu kunci kontak diputar ke posisi "ON" koil mendapat  aliran listrik (strum) dari accu yang bermuatan positif (+), yang menyebabkan kondisi platina (POINTS) dalam posisi terbuka. Ketika kita memulai Starter mobil atau sewaktu mesin mobil sudah hidup inilah yang terjadi : Platina akan mengalami siklus buka tutupyang menyebabkan koil menjadi "AKTIF" dan melompatkan "listrik" yang cukup besar ke Busi.

siklus buka tutup platina
Pengertian Koil Aktif

Pada dasarnya semua perangkat elektronik yang ada di kendaraan membutuhkan listrik muatan Positif (+) dan negatif (-). Sumber listrik pada kendaraan berasal dari accu (aki). Koil termasuk salah satu perangkat elektronik juga membutuhkan aliran listrik. Ketika kunci kontak dalam posisi "On" terminal koil yang bertanda positif (+) terdapat aliran listrik yang membuat posisi platina menjadi terbuka, sedangkan terminal negatif (-) masih nol (kosong). Saat melakukan starter maka posisi platina akan menutup sehingga terminal negatif (-) koil akan mendapatkan aliran muatan negatif (-) dari body platina yang dilekatkan pada body kendaraan (massa) melalui DELCO dan kabel massa (ground). Dengan kata lain, ketika platina pada posisi menutup  muatan negatif (ground), melalui kabel platina disalurkan menuju koil, sehingga koil aktif dan menghasilkan lompatan listrik (api) ke busi.

Sistem Kerja koil membuat lompatan api yang besar bersumber listrik (strum) yang kecil (12V).

Dengan memanfaatkan Hukum Faraday.

Apabila sebuah magnet kita gerakan di antara kumparan atau gulungan kawat maka seiring dengan pergerakan magnet itu (sebenarnya medan magnet) maka akan dihasilkan listrik pada kumparan tersebut, dan sebaliknya apabila kumparan kawat pada inti besi kita berikan aliran listrik maka kumparan tersebut akan menghasilkan medan magnet.

Dengan kata lain Perubahan medan magnet pada Kumparan akan menghasilkan aliran listri pada kumparan tersebut. Koil pada kendaraa bermotor umumnya terdiri dari dua kumparan yaitu kumparan primer (dengan jumlah lilitan sedikit) dan juga kumparan sekunder (dengan jumlah lilitan 100X lipat gulungan Primer).

Ketika koil aktif artinya terminal positif (+) mendapat muatan (+) dan terminal negatif (-) mendapat muatan (- ) maka kumparan primer ini akan menimbulkan medan magnet yang akan mempengaruhi kumparan sekunder yang posisinya berada di dalam kumparan primer. Syarat agar kumparan kedua dapat melompatkan lisrtik maka sesuai hukum faraday harus ada perubahan medan magnet. perubahan medan magnet ini terjadi seiring dengan buka tutupnya Platina/Points.

Dengan jumlah lilitan yang 100 kali lebih banyak dari pada kumparan primer maka tegangan yang dihasilkan secara mudahnya adalah 100X lipat pula. Tegangan sebesar ini akan mencari sumber massa atau ground atau kutub (-) terdekat untuk bisa dinetralisir. maka dengan adanya kabel busi dan busi itu sendiri yang salah satu sisinya tertanam pada ground terjadi lah lompatan bunga api yang mampu membakar campuran bahan bakar udara pada ruang bakar mesin.

KONDENSOR
kondensor
Kondensor mengambil peranan, ketika platina posisi terbuka, kondensor menampung sementara tegangan tersebut, kemudian ketika platina menutup lagi tegangan tersebut akan dinetralisir atau di grounded lagi. Perlunya kodensor disebabkan karena terjadinya perubahan medan magnet yang menghasilkan tegangan pada kumparan primer sebesar +300V. Tegangan sebesar ini terjadi ketika posisi Platina/poits terbuka, apabila tegangan ini tidak di netralisasikan atau digrounded maka dalam hitungan menit maka platina kita akan hangus dan habis terbakar.

BALLAST RESISTOR

Balast resistor atau yang dalam bahasa awamnya wheatstone atau restan dan lain2 yaitu berbentuk resistor besar yang terbungkus batu keramik putih terletak diatas resistor. fungsi dari ballast resistor ini adalah penurun tegangan yang masuk ke koil pada saat kendaraan sudah pada kondisi nyala dan berjalan sehingga input ke koil tidak mencapai 12V. hal ini berguna agar koil kita tidak cepat panas dan juga platina tidak cepat gosong. Namun ballast resistor ini tidak digunakan pada saat start pertama. untuk start pertama dibutuhkan api koil yang cukup besar agar dapat membakar campuran bahan bakar dan udara yang masih dingin dan juga pelumasan mesin yang belum sempurna. jadi pada saat starter koil mendapatkan input langsung dari accu sebesar 12V. Untuk jenis jenis koil modern ballast resitor tersebut telah terintegrasi kedalam koil sehingga terletak didalam koil itu. built in internal resistor.

Busi

Busi merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pengapian, yaitu sebagai komponen ujung yang melakukan pembakaran campuran bahan bakar udara dalam ruang bakar kendaraan, api melompat dari ujung elekroda busi ke ground busi sehingga terjadilah pembakaran. berikut kutipan gambar2 busi yang normal dan tidak normal beserta penyebabnya :


2 Responses to "Sistem pengapian Conventional"

  1. kenapa mobil espass gue th 2001 sring mogok setelah berenti bentar eh...nggak mau distater lg mohon pencerahannya mr. broo.....?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak faktor bro mesti di cek dulu bisa pompa bensin yang nggak lancar atau saringan bensin yang tersumbat, atau mungkin juga system pengapianya yang sudah tidak sempurna

      Delete